Satukan Langkah, Penyuluh Tabanan Tetap Solid
Penyuluh pertanian di Kabupaten Tabanan merapatkan barisan. Sinkronisasi data luas tanam padi, memastikan akurasi laporan dan mendukung target produksi pangan.
Satukan Langkah, Penyuluh Tabanan Tetap Solid
Pagi itu suasana Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kerambitan terasa berbeda. Para penyuluh pertanian dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tabanan berkumpul dalam satu forum. Bukan sekadar rapat biasa, melainkan upaya merapatkan barisan untuk memastikan satu hal penting akurasi data luas tanam padi.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Senin (9/3). Pertemuan ini dipimpin langsung Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kabupaten Tabanan, Ir. I Made Widiada, MP
Dalam forum tersebut, para penyuluh membahas sinkronisasi data sasaran dan pencapaian laporan luas tanam padi di masing-masing kecamatan. Langkah ini dinilai penting agar data yang disampaikan memiliki standar yang sama dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Widiada, data luas tanam memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan pertanian.
“Data luas tanam bukan hanya angka di laporan. Data ini menjadi dasar dalam membaca dinamika produksi pangan dan menentukan langkah kebijakan ke depan,” ujarnya.
Oleh karena itu, penyamaan persepsi di kalangan penyuluh menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Dengan metode pencatatan dan pelaporan yang seragam, diharapkan data yang dihasilkan semakin akurat dan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Selain membahas sinkronisasi data, pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan wajah-wajah baru di jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Tabanan.
Saat ini jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Tabanan tetap 39 orang. Sebelumnya terdapat lima penyuluh yang memindahkan tugas ke kabupaten lain. Namun pada saat yang sama, lima penyuluh baru masuk untuk memperkuat barisan penyuluh di daerah lumbung pangan Bali tersebut.
Kelima penyuluh tersebut berasal dari beberapa kabupaten di Bali, yakni tiga orang dari Kabupaten Bangli, satu dari Kabupaten Klungkung, dan satu dari Kabupaten Karangasem.
Mereka adalah Indirawati, SP yang kini bertugas di BPP Selemadeg wilayah binaan Desa Serampingan dan Desa Selemadeg. Putu Ichiro Fujiarta, SP di BPP Selemadeg Barat wilayah binaan Desa Lalanglinggah, Desa Antosari, Desa Tiying Gading, serta Desa Mundeh Kangin. Ni Luh Putu Arini Putri Mahadewi, SP yang bertugas di BPP Tabanan wilayah binaan Desa Dajan Peken, Desa Tunjuk, Desa Gubug, dan Desa Sesandan.
Sementara itu I Wayan Wiyasa, SP dipercaya sebagai Koordinator BPP Marga dengan wilayah binaan Desa Payangan, Desa Marga Dauh Puri, dan Desa Geluntung. Sedangkan Pande Nyoman Wiratih Sukma, S.Pt bertugas di BPP Marga dengan wilayah binaan Desa Marga, Desa Marga Dajan Puri, dan Desa Baru.
Dengan komposisi penyuluh yang tetap solid, pendampingan yang disampaikan kepada petani di Kabupaten Tabanan semakin optimal. Tidak hanya dalam hal peningkatan produksi, tetapi juga dalam menjaga kualitas data pertanian yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan sektor pertanian daerah.
Reportase: Trisna – Ratih
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0