“Tanaman Upakara Langka, UNHI Gandeng Penyuluh”

Kelangkaan tanaman upakara mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Bali. Menjawab kondisi tersebut, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggandeng penyuluh pertanian Kabupaten Bangli untuk menggelar pelatihan pembibitan bagi masyarakat di Desa Tamanbali Bangli.

Mar 13, 2026 - 04:55
 0  91
“Tanaman Upakara Langka, UNHI Gandeng Penyuluh”

“Tanaman Upakara Langka, UNHI Gandeng Penyuluh”

Di balik semaraknya ritual keagamaan masyarakat Bali, tanaman upakara justru mulai sulit ditemukan di sejumlah wilayah. Kekhawatiran inilah yang mendorong penyuluh pertanian Kabupaten Bangli bersama akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar turun langsung menggelar pelatihan pembibitan bagi masyarakat di Banjar Jelekungkang, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Rabu (11/3).

Kegiatan bertajuk “Konservasi Tanaman Upakara melalui Pelatihan Pembibitan sebagai Strategi Penguatan Taman Bumi Banten” ini diikuti anggota pakis, tokoh masyarakat, serta civitas akademika UNHI Denpasar. Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan penyuluh pertanian, yakni Sang Ketut Sukarma, SP., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, Sukarma memaparkan teknik pembibitan beberapa jenis tanaman upakara menggunakan metode stek yang praktis dan mudah diterapkan masyarakat. Metode ini dinilai efektif untuk memperbanyak tanaman upakara yang belakangan semakin jarang dibudidayakan.

Pelatihan ini juga didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan Desa Tamanbali, I Nyoman Wijaya, S.TP., yang selama ini aktif mendampingi petani dan masyarakat setempat.

Selain praktik pembibitan, peserta juga mendapat materi cara sederhana mengidentifikasi tingkat kesuburan tanah menggunakan indikator lampu. Metode ini memanfaatkan prinsip konduktivitas listrik tanah untuk mengetahui kandungan unsur hara secara cepat.

Tanah yang subur umumnya kaya kation seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang mampu menghantarkan listrik lebih baik dibandingkan tanah miskin unsur hara. Dengan alat sederhana tersebut, masyarakat dapat mengetahui gambaran awal tingkat kesuburan tanah yang mereka kelola.

Menurut Sukarma, materi kesuburan tanah hampir selalu ia sisipkan dalam setiap pelatihan. Hal itu dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap semakin menurunnya kualitas tanah pertanian di berbagai wilayah.

“Melalui pelatihan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesuburan tanah demi pertanian yang berkelanjutan. Apalagi tema pelatihan ini juga sama-sama mengandung pesan pelestarian,” ujarnya. Sukarma saat ini menjabat sebagai Koordinator BPP Kecamatan Kintamani Timur.

Dekan Fakultas Kesehatan dan Sains UNHI Denpasar, Dr. I Wayan Wahyudi, S.Si., M.Si., mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya konservasi tanaman upakara yang mulai langka di sejumlah daerah. Menurutnya, tanaman upakara memiliki nilai religius dan budaya yang penting bagi masyarakat Bali sehingga perlu dijaga melalui budidaya dan pembibitan berkelanjutan.

“Jika tidak mulai dibudidayakan dari sekarang, beberapa jenis tanaman upakara dikhawatirkan akan semakin sulit ditemukan di masa depan,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari tokoh adat setempat. Jero Bendesa Jelekungkang, I Nengah Merta, menyambut baik pelatihan tersebut karena dinilai memberi pengetahuan baru bagi masyarakat, terutama terkait pengelolaan kesuburan tanah.

“Ke depan kami ingin mengadakan pelatihan dengan skala yang lebih besar, khususnya terkait kesuburan tanah. Apalagi wilayah kami banyak membudidayakan tanaman durian. Tentu akan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara penyuluh pertanian, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat kegiatan penyuluhan di daerah.

Dari banjar kecil di Desa Tamanbali, langkah sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama untuk merawat kembali tanaman upakara, tidak hanya sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan Bali.

Koresponden: Atmika DPD Perhiptani Bangli

Editor:JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0