Agri Mitra: “Dobrak Awal 2026, Petani Bali Torehkan 9,1 Ton/Ha!”

Awal tahun 2026 dibuka dengan gebrakan dari tanah pertanian Bali. Melalui program Agri Mitra, sinergi Perhiptani Bali dan Pupuk Indonesia berhasil menorehkan sejarah baru produktivitas padi di Subak Penasan, Klungkung, menembus 9,1 ton gabah kering panen per hektare (GKP). Capaian ini menjadi simbol kebangkitan semangat petani menuju pertanian modern yang berdaya saing.

Jan 14, 2026 - 05:37
Jan 14, 2026 - 05:42
 0  70
Agri Mitra: “Dobrak Awal 2026, Petani Bali Torehkan 9,1 Ton/Ha!”

Agri Mitra:

 “Dobrak Awal 2026, Petani Bali Torehkan 9,1 Ton/Ha!”

Sinergi Perhiptani Bali dan Pupuk Indonesia Cetak Rekor Panen Lewat Teknologi Irigasi Berselang

Awal tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi dunia pertanian Bali. Melalui program Demplot Agri Mitra, kolaborasi antara Perhiptani Bali dan Pupuk Indonesia berhasil menorehkan capaian gemilang. Hasil panen padi di lahan percontohan Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, menembus 9,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektare sebuah lonjakan produktivitas yang menandai lahirnya era baru inovasi pertanian di Pulau Dewata.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi irigasi berselang mampu meningkatkan efisiensi air sekaligus hasil panen secara signifikan. Lahan demplot seluas 0,29 hektare milik Pekaseh I Komang Artana dijadikan laboratorium mini bagi petani untuk belajar langsung penerapan teknologi modern di bawah pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Kegiatan panen sekaligus Temu Lapang Petani (Farmer Field Day) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian Perhiptani Bali, perwakilan Pupuk Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Penyuluh Pertanian, POPT, Babinsa, dan jajaran stakeholder pertanian lainnya.

Petani Bali Bukti Mampu Berinovasi

Ketua Harian Perhiptani Bali, sekaligus Kepala Kelsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari ketekunan petani dan penerapan teknologi tepat guna.

“Capaian ini menunjukkan bahwa petani Bali mampu beradaptasi dengan teknologi dan terus berinovasi. Melalui irigasi berselang, kita tidak hanya mengefisienkan penggunaan air, tetapi juga meningkatkan produktivitas hingga menembus 9,1 ton per hektare. Ini bukti bahwa sinergi antara petani, penyuluh, dan dunia usaha mampu membawa perubahan nyata di lapangan,” ujarnya.

“Demplot ini menjadi laboratorium pembelajaran berharga. Ke depan, kami berharap model seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Bali untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” imbuhnya.

Ir. I Made Oka Parwata, MMA, Penyuluh Pertanian Ahli Utama, turut menyampaikan apresiasi kepada Pupuk Indonesia atas dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pupuk Indonesia atas fasilitasi dan dukungannya kepada Perhiptani Bali. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan antara penyuluh, petani, dan perusahaan mampu mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan dari Klungkung

Desak Made Diah Wijayanti, S.P., Katimker Kabupaten Klungkung, juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini.

“Capaian demplot Subak Penasan kali ini sangat memuaskan. Hasil ubinan mencapai 5,7 kilogram dengan produktivitas sekitar 9 ton per hektare dan HPP GKP sebesar Rp6.800. Ini menunjukkan potensi yang sangat baik bagi peningkatan produksi padi di Kabupaten Klungkung,” terangnya.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, mulai dari Babinsa, BPS, hingga stakeholder yang bahu-membahu meningkatkan produktivitas. Ke depan, kami berharap dukungan Pupuk Indonesia terus berlanjut untuk memperkuat semangat dan inovasi petani,” tambahnya.

Sebagai pelaksana demplot, I Komang Artana, pemilik lahan percontohan, turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, mulai dari penyuluh pertanian lapangan, petugas POPT, hingga jajaran lain yang telah bekerja keras dari awal hingga akhir. Hasil panen yang kami capai sangat memuaskan,” ujarnya.

“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian,” imbuhnya.

Komitmen Pupuk Indonesia untuk Pertanian Maju

Perwakilan Pupuk Indonesia, Azis Satria Putra, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program peningkatan produktivitas nasional.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petani dan penyuluh di Bali. Hasil panen yang mencapai 9,1 ton per hektare ini membuktikan bahwa kolaborasi dan penerapan teknologi pertanian modern mampu memberikan hasil luar biasa,” katanya.

“Pupuk Indonesia tidak hanya hadir sebagai penyedia pupuk, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Capaian 9,1 ton per hektare dari Demplot Agri Mitra menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor petani, penyuluh, pemerintah, dan perusahaan mampu menggerakkan pertanian Bali menuju kemandirian pangan. Kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi petani di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan menjaga semangat gotong royong dalam mengelola pertanian yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Koresponden Mang Asih DPD Klungkung

Editor : widianta

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0