Dari Perawat ke Penyuluh: Krisna Menanam Harapan Baru

Dari mimpi menjadi perawat hingga akhirnya mengabdikan diri di dunia pertanian. Gadis cantik asal Melaya ini punya kisah tentang keberanian beradaptasi. Ketulusan mengabdi, dan keyakinan bahwa setiap jalan hidup memiliki makna.

Dec 13, 2025 - 06:16
 0  81
Dari Perawat ke Penyuluh:  Krisna Menanam Harapan Baru

Dari Perawat ke Penyuluh:

Krisna Menanam Harapan Baru

Setiap orang memiliki jalan takdirnya sendiri. Bagi Ni Kadek Krisna Jayanti, S.P., takdir itu menuntunnya menapaki perjalanan yang tak biasa dari dunia keperawatan menuju hamparan hijau pertanian yang kini menjadi ladang pengabdiannya.

Lahir dan besar di Melaya, Jembrana, sebuah kawasan di ujung barat Pulau Bali yang dikenal dengan hamparan sawah dan semangat gotong royong warganya, Krisna tumbuh dalam nuansa kesederhanaan dan kerja keras. Nilai-nilai itulah yang diam-diam menumbuhkan keteguhan hatinya meski sempat memilih jalur keperawatan, benih kecintaannya pada dunia pertanian rupanya telah tertanam sejak lama.

Kini, perempuan muda asal Melaya ini mantap mengabdikan diri sebagai Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dari Melaya yang sederhana hingga Sukawati yang penuh tantangan, langkah Krisna membentang sebagai kisah tentang tekad, pengabdian, dan cinta pada tanah tempatnya berpijak.

Sejak di bangku SMK Negeri 4 Negara jurusan Keperawatan, Krisna bercita-cita menjadi perawat. Namun, keterbatasan biaya sempat memaksa mimpinya berhenti di tengah jalan. Di saat putus asa mulai menghampiri, guru di sekolah memberikan saran yang mengubah arah hidupnya, mencoba kuliah melalui program Bidikmisi.

“Saya mendaftar di hari terakhir, tanpa ekspektasi besar. Tapi ternyata itu keputusan terbaik dalam hidup saya,” kisahnya dengan mata berbinar.

Krisna diterima di Universitas Udayana, Jurusan Agroekoteknologi. Awalnya, dunia pertanian terasa asing. Ia harus memulai dari nol, mempelajari istilah-istilah baru, bahkan ikut turun ke lahan dengan tangan penuh lumpur. Namun berkat ketekunan dan semangat belajar, ia berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat Cumlaude pada tahun 2022.

Langkah Kecil, Cita Besar

Usai wisuda, Krisna tidak langsung bekerja di bidang pertanian. Ia justru menapaki berbagai pekerjaan sederhana demi bertahan hidup di Denpasar. Mulai dari karyawan toko roti, tempat ia menyalurkan hobi baking-nya, hingga pegawai Money Changer di Kuta yang ia jalani selama tiga tahun.

“Saya percaya, setiap pekerjaan pasti membawa pelajaran. Yang penting kita tetap bergerak,” ujarnya lembut.

Tahun 2024 menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Ketika pemerintah membuka seleksi CPNS besar-besaran, Krisna memberanikan diri ikut. Sambil bekerja, ia belajar hingga larut malam, menyiapkan diri sebaik mungkin. Doa dan kerja kerasnya berbuah manis — namanya tercatat sebagai peringkat pertama CPNS Penyuluh Pertanian Kabupaten Gianyar.

Menumbuhkan Harapan

Sejak 1 Juni 2025, Krisna resmi bertugas sebagai Penyuluh Pertanian di BPP Sukawati. Ia mengemban tanggung jawab di tiga wilayah binaan, yakni Desa Singapadu, Singapadu Tengah, dan Singapadu Kaler daerah pertanian subur yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Kecamatan Sukawati.

Kini, hari-harinya diisi dengan mendampingi petani, memberikan penyuluhan, serta memperkenalkan inovasi pertanian yang ramah lingkungan. Krisna tak segan turun langsung ke sawah, berbaur dengan petani, mendengarkan keluhan mereka, dan mencari solusi bersama.

“Saya ingin petani di Singapadu tidak hanya produktif, tapi juga bangga dengan profesinya. Karena dari tanah inilah kehidupan kita tumbuh,” ujarnya penuh semangat.

“Dulu saya ingin menolong orang lewat dunia kesehatan, sekarang saya menolong mereka lewat tanah yang subur dan panen yang lebih baik,” ucapnya penuh keyakinan. (Jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0