Desak Diah, Penyuluh Inspiratif nan Kreatif

Senyumnya ramah, tawanya lepas. Di balik gaya ceria dan energiknya, tersimpan semangat besar untuk membuat petani tersenyum. Dialah Desak Made Diah Wijayanti, S.P., M.Agb. Penyuluh pertanian asal Klungkung yang menabur ilmu dan kasih dari lahan pertanian hingga ruang pemberdayaan perempuan.

Jan 12, 2026 - 02:42
Jan 12, 2026 - 02:47
 0  96
Desak Diah, Penyuluh Inspiratif nan Kreatif

Desak Diah, Penyuluh Inspiratif nan Kreatif

Mengaku lahir dan dibesarkan di Praya, Lombok . Tumbuh dalam keluarga sederhana yang memegang kuat nilai kerja keras. Ia merupakan putri dari pasangan berdarah Bali–Jawa sang ayah berasal dari Pupuan, Tabanan , sementara sang ibu dari Malang, Jawa Timur .

Dari kedua orang tuanya, Desak belajar arti keteguhan dan kesabaran. “Ibu cuma jualan kue, dan saya kecilnya sering bantu ngantar jualan,” kenangnya sambil tersenyum. Kebiasaan sederhana itu kelak membentuk karakter Desak. Mandiri, empatik, dan tak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup.

Mengaku lahir dan dibesarkan di Praya, Lombok , Desak Made Diah Wijayanti, SP, M.Agb. tumbuh dalam keluarga sederhana yang memegang kuat nilai kerja keras.
Ia merupakan putri dari pasangan berdarah Bali–Jawa, sang berasal dari ayah dari Pupuan, Tabanan , sementara sang ibu dari Malang, Jawa Timur .

Dari kedua orang tuanya, Desak belajar arti keteguhan dan kesabaran.
“Ibu cuma jualan kue, dan saya kecilnya sering bantu ngantar jualan,” kenangnya sambil tersenyum
di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjarangkan, Klungkung, siang itu usai rapat evaluasi Luas Tambah Tanam.

Kebiasaan sederhana itu kelak membentuk karakter Desak. Mandiri, empatik, dan tak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup.

Selepas SMA pada tahun 1998, Desak melanjutkan kuliah di Universitas Udayana, Denpasar, mengambil Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Tahun 2001, ia menuntaskan studinya dengan segudang pengalaman organisasi.

“Waktu itu saya aktif di HIMASEP (Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), bagian majalah dinding. Saya juga di KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia). Nah, ini lucunya…,” dia sambil tertawa kecil.

“Suatu malam ada kegiatan di kampus, teman-teman tiba-tiba kelaparan,” kenang Desak sambil tersenyum.

“Ya sudah, kami sepakat keluar cari makan. Naik motor ramai-ramai, saya ikut di barisan belakang. Eh, muter-muter Denpasar, kok malah tembusnya ke Kintamani! Padahal cuma mau cari nasi goreng,” dia disambut tawa lepas.

Tak berhenti di situ, Desak kembali tergelak sambil mengingat pengalaman lucu masa kuliahnya yang lain.

“Pernah juga ada kabar, katanya kita mau ada kegiatan tiga sampai mat hari di Bali. Persiapan sudah lengkap, semangat empat lima. Eh, tahu-tahu malah diajak 'tembus' Lampung, ikut Mahasaba!” katanya sambil menahan tawa.

“Ya sudah, luntang-lantunglah kami di sana, jauh dari rencana semula. Namanya juga mahasiswa modal nekat, solidaritas tinggi, dan rasa ingin tahu yang kebanyakan,” tambahnya sambil tertawa.

Berzodiak Pisces , Desak dikenal sebagai sosok yang kreatif, berinspirasi, dan memiliki jiwa seni yang kuat. Ia peka terhadap sekitar, mudah dijangkau oleh hal-hal kecil, dan selalu memiliki dorongan untuk membantu orang lain.

Kepekaan dan empatinya itulah yang akhirnya menuntun langkahnya menjadi seorang penyuluh pertanian profesi yang memungkinkan dirinya menyampaikan kasih sekaligus mencipta perubahan nyata di lapangan.

Tahun 2006, ia resmi menjadi ASN dan ditempatkan di Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung. Lima tahun mendampingi petani di desa binaan membuatnya matang dalam memahami dinamika lapangan.

“Dulu pernah dibentak aparat desa,” tuturnya dengan nada santai. "Tapi dari situ saya belajar, betapa pentingnya komunikasi. Sebagai penyuluh, tiap hari kita bertemu karakter yang berbeda-beda. Harus sabar dan lentur."

Meski telah bekerja penuh waktu, Desak tak pernah lelah menimba ilmu. Tahun 2009, di sela kesibukannya mendampingi petani, ia kembali melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Udayana, universitas almamaternya dulu.

“Siang kerja, malam kuliah. Capeknya luar biasa, tapi saya nikmati,” sambil tersenyum. Perjuangan itu membuahkan hasil yang manis, ia berhasil meraih gelar Magister Agribisnis (M.Agb.), yang kian mengokohkan langkah-langkahnya sebagai penyuluh yang berwawasan luas dan berpikir maju.

Kariernya terus menanjak seiring ketekunan dan dedikasi yang ia tunjukkan di lapangan. Tahun 2011 , Desak dipercaya naik ke level yang lebih luas sebagai Penyuluh Pertanian Kabupaten Klungkung.

Sepuluh tahun kemudian, kiprahnya kembali mendapat pengakuan, sejak 2021 hingga 2025 , ia diamanahi jabatan Koordinator Kabupaten pada posisi strategis yang menuntut kemampuan manajerial dan kepemimpinan tinggi.

Kini, langkahnya dilanjutkan dengan tanggung jawab baru sebagai Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Klungkung , yang baru dikukuhkan pada tangggal 6 Januari 2026 lalu. Peran yang ia jalani dengan semangat yang sama seperti saat pertama kali turun ke sawah, tulus, gigih, dan penuh cinta terhadap petani.

Namun kiprah Desak tak berhenti di sawah. Ia juga aktif membina kelompok wanita tani dan terlibat langsung dalam kegiatan Tim Penggerak PKK Pemerintah Kabupaten Klungkung.

"Perempuan punya peran besar dalam pertanian. Banyak ibu-ibu yang sebenarnya hebat mengelola lahan, tapi kurang percaya diri. Di dalamnya peran kami — mendampingi, memperkuat, dan memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh," ujarnya penuh semangat.

Desak sering menjadi narasumber pelatihan olahan hasil pertanian, pembukuan usaha tani, hingga kewirausahaan rumah tangga berbasis hasil panen lokal. “Saya ingin perempuan desa tidak hanya menanam, tapi juga berdaya secara ekonomi,” tegasnya.

Meski pekerjaannya penuh target dan angka, Desak menilai profesinya tidak pernah membosankan. "Capek sih, iya. Tapi lihat begitu petani tersenyum saat panen, semua terbayar. Rasanya ikut bahagia. Itulah tujuan penyuluh terbesar," mantap.

Ketika ditanya soal penguasannya ke pusat, Desak mengaku sempat kaget.
"Jujur, ini perubahan besar dalam karir saya. Pola kerja berbeda. Tapi intinya tetap sama mendampingi petani. Hanya saja kini skalanya lebih luas," jelasnya.

Desak Made Diah Wijayanti bukan sekadar penyuluh pertanian. Ia adalah penyemai semangat, perempuan yang menabur kasih melalui ladang, dapur, dan hati. Sosok yang membuktikan bahwa di balik setiap senyum petani yang berhasil panen, ada tangan lembut dan kreatif yang setia membimbing dari balik sawah hingga ruang PKK. (jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 7
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0