Gede Januarta : Membawa Teknologi, Menanam Optimisme

Penilaian Penyuluh Pertanian Berprestasi 2025 PERHIPTANI Bali mengantarkan I Gede Januarta, penyuluh muda dari Kubu, Karangasem, ke tingkat provinsi

Aug 12, 2025 - 15:53
Aug 13, 2025 - 10:27
 0  32
Gede Januarta :  Membawa Teknologi, Menanam Optimisme

Pagi itu, rombongan Tim Penilai Penyuluh Pertanian Berprestasi 2025 DPW PERHIPTANI Bali, menuju Kecamatan Kubu ujung timur Karangasem menyusuri jalan berliku dan panjang. Delapan puluh kilometer dari Denpasar. Waktu tempuh dua setengah jam perjalanan. Menuju Desa Dukuh. Tepatnya ke Subak Abian Giri Celagi.

Di mobil bersama Tim Penilai, saya memandang keluar jendela. Hamparan kering dan angin panas menyambut. Saya teringat sebuah kalimat. Penyuluh adalah garda terdepan. Tapi di Kubu, mereka bukan sekadar garda. Mereka adalah pagar terakhir yang menahan runtuhnya harapan petani.

Saat tiba di Desa Dukuh, Subak Abian Giri Celagi, kami langsung disambut Ketua DPD Perhiptani Karangasem, I Made Suryadi, S.P., dan jajarannnya dengan kesederhanaan yang hangat dari petani dan para penyuluh pertanian setempat. Suasana terasa akrab, meski panas terik menyengat. Wajah-wajah mereka penuh senyum dan sapaan ramah yang tulus, tanpa sekat formalitas yang kaku.

Ketua Tim Penilai kali ini, Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., mengingat masa mudanya. Tahun 1982 ia pernah bertugas di sini. Kecamatan Kubu. Kering. Gersang. “Kalau Gede Janu ini tidak kuat, sudah lama lari,” celetuknya sambil tertawa.

Kepala Dinas Pertanian Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, ikut hadir lewat telekonferen. Dalam sambutannnya menyampaiakan, terima kasih kepada DPW Perhiptani Bali yang terus berkomitmen membangun semangat profesionalisme dan integritas para penyuluh pertanian di seluruh Bali.

Menurutnya, sosok penyuluh muda Gede Janu, lengkapnya I Gede Januarta, S.P., Ia mencetak prestasi. Di tanah yang dulu disebut mustahil, ia menumbuhkan semangka manis. Berkualitas. Semangka yang dulu diragukan siapa pun untuk bisa hidup di sini. Kini jadi kebanggaan.

Tidak cukup di situ. Janu juga mengawal peningkatan kapas. Komoditas yang sekarang strategis untuk industri. Dan ia tidak berhenti di produksi. Mete, kacang tanah, ia pastikan juga laku. Dijual dengan harga yang pantas.

Dalam suasana penilaian, Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si., duduk santai dengan sikap penuh perhatian. Ia membuka dialog dengan suara yang tenang namun penuh wibawa. “Pak Janu,” ia memulai, “Kondisi lahan kering di Kubu adalah tantangan besar. Dalam situasi seperti ini, bagaimana Bapak membangun kepercayaan petani agar berani meninggalkan cara lama dan mencoba teknologi atau metode baru? Apa kiat-kiat Bapak dalam menjaga semangat mereka agar tetap optimis dan tidak mudah menyerah?”

Gede Janu menatap mata Prof. Oka Suardi, lalu menjawab dengan penuh keyakinan. “Saya percaya, Pak, kunci utamanya adalah komunikasi yang jujur dan pendekatan yang dekat dengan petani. Saya tidak hanya datang membawa teknologi, tapi juga membawa harapan dan solusi yang bisa mereka lihat hasilnya langsung.”

Sementara Dr. I Gede Setiawan Adi Putra, S.P., M.Si., ia menatap para petani yang hadir. “Bagaimana pengalaman Bapak Janu dalam membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan? Apakah materi penyuluhan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan di lapangan?”

Seorang petani tua mengangguk sambil berkata, “Pak Janu bukan cuma penyuluh, dia sudah seperti keluarga kami. Dia mengerti kesulitan kami dan selalu hadir membawa solusi.”

Di bawah pohon mete dengan nada hangat namun penuh rasa ingin tahu, Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., bertanya, “Bapak,” ujarnya pelan tapi jelas, “selama ini, pelayanan apa saja yang sudah diberikan oleh penyuluh kepada petani? Apakah pendampingan dan bimbingan yang dilakukan sudah benar-benar membantu dalam mengatasi kendala di lapangan?”

 “Pak, penyuluh kami selalu hadir setiap ada masalah di lahan. Mulai dari memberi saran jenis bibit yang cocok, cara mengatasi hama, sampai membantu mencarikan pasar untuk hasil panen. Kadang, sebelum kami sempat meminta, beliau sudah datang membawa solusi.” Jawabnya.

Dialog ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluh bukan sekadar pengantar ilmu, tapi motor penggerak perubahan di tengah medan berat yang harus dihadapi petani setiap hari.

Sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini, Suryadi, menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari proses yang mengantarkan salah satu putra terbaik Karangasem, I Gede Januarta, S.P., ke ajang Lomba Penyuluh Berprestasi 2025 versi Perhiptani Bali.

“Kami DPD Perhiptani Karangasem merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah penilaian ini, sekaligus mendukung penuh langkah Januarta dalam mewakili Karangasem di tingkat provinsi. Kami percaya, semangat, inovasi, dan dedikasinya akan menjadi contoh bahwa penyuluh mampu menjadi motor perubahan di lapangan,” ujar Suryadi Bapak paruh baya yang humbel dan murah senyum itu.

 

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1