I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb.: “Dari Aktivisme Kampus, Menyemai Harapan Baru untuk Bali“
Semangatnya sudah tampak sejak di bangku kuliah. Nama “Arya Ading” dikenal sebagai sosok yang aktif, kritis, dan punya kepedulian sosial tinggi. Dari situ, benih kepemimpinannya mulai tumbuh berpadu antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepekaan terhadap nasib petani.
I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb.:
“Dari Aktivisme Kampus, Menyemai Harapan Baru untuk Bali”
Nama I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb. dikenal luas sebagai sosok penyuluh pertanian yang konservasi, visioner, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan sektor agribisnis di Bali. Dengan tuturannya yang lembut, namun langkah yang tegas. Pertanian bukan pekerjaan masa lalu, melainkan masa depan yang bisa tumbuh subur bila dirawat dengan ilmu dan ketulusan. Lahir dari semangat petani sejati, perjalanan hidupnya penuh warna dan inspirasi.
Arya, begitu ia kerap disapa. Perjalanan panjang bermula di bangku kuliah menempuh pendidikan di Universitas Udayana. Arya merupakan mahasiswa angkatan tahun 2000 pada program studi Agribisnis dan berhasil menamatkan pendidikan S1-nya pada tahun 2005. Ia sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat dan idealisme yang membara. Semangat belajarnya tak berhenti di sana; ia melanjutkan pendidikan studi Magister Agribisnis pada tahun 2016 dan berhasil menjadi lulusan terbaik program studi tersebut, sebuah prestasi yang mencerminkan ketekunan dan kualitas akademiknya.
Karier Arya di bidang pertanian dimulai ketika ia bergabung sebagai Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) Kementerian Pertanian angkatan ke-2 pada tahun 2008–2010. Tugas pertamanya dijalani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klungkung hingga tahun 2011. Sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Penyuluh Pertanian pada tahun 2010, Arya terus meniti karier hingga kini sebagai Koordinator Penyuluh di BPP Banjarangkan. Dalam kapasitasnya, ia dikenal aktif melakukan pembinaan petani, serta mendorong inovasi berbasis agribisnis berkelanjutan di wilayahnya.
Benih Kepemimpinan Itu Tumbuh dari Kampus.
Jauh sebelum menjadi penyuluh, Arya sudah dikenal aktif dan berjiwa pemimpin di kalangan mahasiswa. Di era perkuliahannya di Universitas Udayana, nama “Arya Ading” begitu akrab di telinga rekan-rekan kampus. Ia bukan sekadar mahasiswa agribisnis, tetapi sosok penggerak yang selalu punya gagasan segar dan kepedulian sosial yang tinggi.
Pada tahun 2002–2003, Arya dipercaya memimpin Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana sebagai Koordinator (Ketua). Dalam masa kepemimpinannya, ia berupaya menanamkan nilai kebersamaan dan spiritualitas Hindu dalam kehidupan akademik, sembari menggerakkan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di tahun yang sama, semangat idealismenya mendorong lahirnya program “Pemertani ke Seluruh Bali” sebuah gerakan kolaboratif antara mahasiswa dan petani yang diinisiasi bersama Yayasan Kayon Bali dengan dukungan UNDP. Program ini dirancang sebagai bentuk pemulihan sosial-ekonomi Bali pasca tragedi Bom Bali 2002, dengan fokus menghidupkan kembali sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.
Kepedulian Arya terhadap lingkungan dan keberlanjutan pertanian berlanjut melalui pendirian organisasi “Bali Santi” pada tahun 2003–2005. Organisasi ini memiliki misi penting: mengadvokasi pengurangan alih fungsi lahan pertanian serta melindungi kawasan suci pura dari tekanan investasi yang berpotensi merusak keseimbangan ekologi dan spiritual Pulau Dewata.
Lewat langkah-langkah ini, Arya menunjukkan bahwa perjuangan menjaga tanah dan budaya Bali tak harus menunggu jabatan cukup dimulai dari kesadaran dan kepedulian.
Selepas kuliah, Arya sempat menapaki karier di dunia korporasi. Ia bekerja sebagai Sales Promotion Boy (2004–2006) di sektor consumer goods, lalu dipercaya menjadi Brand Promotion Eksekutif (2006–2008) di PT. Bintang Toedjoe, di mana ia turut berperan dalam membesarkan merek ternama Ekstra Joss. Pengalaman itu mengasah kemampuannya dalam membangun strategi, komunikasi, dan kerja tim bekal penting dalam perjalanan kariernya di bidang penyuluhan.
Lima Mimpi Besar untuk Pertanian Bali
Kiprah Arya tak berhenti di wilayahnya. Kini, ia dipercaya sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhiptani Bali, Arya terus mendorong lahirnya terobosan di sektor pertanian Bali. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan modernisasi sistem pertanian tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Melalui berbagai inisiatif, organisasi profesi penyuluh pertanian yang menjadi wadah perjuangan para pelaku pertanian di daerah. Perhiptani Bali memiliki lima mimpi besar sebagai arah pembangunan pertanian daerah yang berkarakter Bali.
Lima mimpi itu panduan menjadi gerak organisasi. Pertama, mewujudkan kemandirian dan kemandirian pangan berbasis kearifan lokal Bali melalui penguatan sistem subak dan Tri Hita Karana . Kedua, garda terdepan transformasi pertanian dengan penerapan teknologi digital dan praktik ramah lingkungan. Ketiga, memperkuat profesionalisme serta martabat penyuluh agar diakui sebagai strategi tenaga dalam pembangunan desa. Keempat, menjadikan penyuluhan sebagai gerakan pemberdayaan sosial petani yang kolaboratif, antar petani, Kelompok tani dan lembaga pemerintaah. Dan kelima, membangun citra positif pertanian Bali agar diakui di tingkat nasional maupun global.
Kelima mimpi itu menjadi arah perjuangan Arya bersama rekan penyuluh di organisasi Perhiptani Bali. Melalui berbagai kegiatan, sinergi dengan perguruan tinggi, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah. Berupaya menjadikan pertanian Bali sebagai sektor yang kuat secara ekonomi dan lestari secara lingkungan. Di sisi lain, Perhiptani Bali turut memperjuangkan peningkatan penyuluhan kesejahteraan dan pengakuan profesionalisme mereka melalui sertifikasi dan advokasi kebijakan.
“Petani dan penyuluh adalah dua sisi dari satu mata uang. Tanpa penyuluh yang berdaya, petani sulit berkembang; tanpa petani yang sejahtera, penyuluh kehilangan makna,” tegasnya mengakhiri perbincangan. (Trio.B)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1