“Perhiptani Bali Dorong Teknologi AWD Hadapi Perubahan Iklim”
DPW Perhiptani Provinsi Bali terus mendorong penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) sebagai strategi adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Penyuluh Pertanian.
“Perhiptani Bali Dorong Teknologi AWD Hadapi Perubahan Iklim”
Dalam mendukung adopsi teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, DPW Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Budidaya Padi Berkelanjutan melalui Penerapan Teknologi Adaptif Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam Menghadapi Perubahan Iklim” . Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/2).
Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua DPW Perhiptani Provinsi Bali, Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si. Dalam berbagai hal, ia menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya udara.
Menurutnya, perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan curah hujan, peningkatan suhu, serta menurunnya ketersediaan udara yang dialirkan telah berdampak signifikan terhadap sistem produksi padi. Kondisi tersebut diterapkan penerapan inovasi teknologi budidaya yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu teknologi yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan udara tanpa menurunkan produktivitas adalah teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD). Pendekatan Adaptif AWD memungkinkan pengelolaan sawah dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi lahan, iklim, dan fase pertumbuhan tanaman, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.
Pada Bimtek tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan secara berurutan dan saling melengkapi. Materi pembuka mengenai Perubahan Iklim dan Pertanian Berkelanjutan disampaikan oleh Ketua DPW Perhiptani Bali, Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., yang mengulas tantangan global perubahan iklim serta urgensi transformasi sistem budidaya padi.
Memasuki sesi berikutnya, pembahasan dilanjutkan pada aspek teknis di lapangan. Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., memaparkan Teknologi Adaptif AWD dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai solusi konkret dalam menghadapi keterbatasan udara.
“Teknologi Adaptif AWD tidak hanya menjawab tantangan keterbatasan udara, namun juga terbukti mampu meningkatkan produksi padi sekitar 25–30 persen. Ini menjadi solusi nyata bagi petani di tengah perubahan iklim,” ujarnya.
Sementara itu, untuk memperkuat praktik budidaya yang ramah lingkungan, sesi berikutnya diisi oleh Ketua DPD Perhiptani Jembrana, I Dewa Nyoman Darmayasa, SP, MP, yang mengangkat topik Pemanfaatan Agensia Hayati. Ia menekankan pentingnya pengendalian organisme pengganggu tanaman secara alami sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.
“Agensia hayati berperan penting dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman secara alami. Selain ramah lingkungan, penggunaannya juga mampu menekan biaya produksi dan menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” jelasnya.
Pada sesi terakhir kegiatan, peserta juga diperkenalkan dengan pupuk organik berteknologi nano yang disampaikan oleh perwakilan dari WIKANARA . Dijelaskan bahwa pupuk organik berteknologi nano merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui teknologi ini, unsur hara dapat menyerap tanaman secara lebih efisien, sehingga penggunaan pupuk dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih optimal.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh Koordinator BPP se-Kabupaten Tabanan serta Penyuluh Pertanian dari BPP Kecamatan Penebel, Kecamatan Marga, dan Kecamatan Baturiti. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Penyuluh Pertanian mampu memahami dan menerapkan teknologi Adaptif AWD secara optimal, serta mensosialisasikannya kepada petani sebagai upaya mewujudkan budidaya padi yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Koresponden : Ratna Dewi DPD Perhiptani Tabanan
Editor: Widianta
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0