perhiptani

perhiptani

Last seen: 16 hours ago

Member since Aug 10, 2025
 perhiptanibali1@gmail.com

Pupuk Tak Lagi Nyasar, Kini Tepat di Tangan Petani

Distribusi pupuk subsidi kini tak lagi longgar. Pemerintah mengunci penyaluran l...

“Petani Sambangan Cetak 2,5 Ton Benih”

Gerakan kemandirian benih mulai terasa di Sambangan. Dari lahan terbatas, petani...

Putu Eka: “Mantan BEM, Penyuluh Bukan yang Paling Pintar”

Di tengah tekanan target tanam dan ancaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), s...

Tak Mau Ketinggalan, Banjar Tancap Gas Klaster Hortikul...

Kecamatan Banjar mulai tancap gas mengembangkan hortikultura berbasis klaster. M...

“Arumba Angkat Pendapatan Petani Berangbang”

Beras merah menjadi harapan baru petani Desa Berangbang, Jembrana. Di tengah lah...

“Dewi: Dari Blora Kini Dipanggil ‘Jro Dewi’ di Ubud”

Berawal dari jejak orang tua sebagai inseminator, Dewi menembus seleksi ketat CP...

Panen ke-11, Tomat Putu Suka Laris Diserbu Pembeli

Panen ke-11 kembali berpihak pada Putu Suka. Dari lahan 35 are di Subak Pegayama...

Dunia Krisis, Indonesia Dikejar Pembeli Pupuk

Krisis geopolitik di Timur Tengah mengguncang rantai pasok pupuk dunia. Di tenga...

“Kopi Jadi Wine, KWT Wanagiri Panen Cuan”

Di lereng sejuk Wanagiri, 20 perempuan membuktikan kopi tak sekadar diseduh. Dar...

“Dikawal Penyuluh, Subak Petak Menuju Agrowisata”

Desa Petak mulai menata langkah menuju agrowisata berbasis subak. Di balik gagas...

Desak Putu Sudarmini: Jalan Sunyi, “Ngegas” Sejak Kuliah

Di balik senyum ramahnya, Desak Putu Sudarmini adalah penyuluh muda yang tak per...

“Hama Mengintai, PPL Marga Bergerak”

Hama mulai mengintai hamparan padi di Subak Penataran, Desa Marga. Tak ingin kec...

“Sekali Tanam, Tetap Mandiri”

Sekali tanam dalam setahun, tapi cukup untuk bertahan. Di Subak Balebandung, Des...

Subak Pulagan Menolak Tumbang

Tampaksiring selama ini lebih dikenal sebagai tempat melukat ritual penyucian di...

I Gusti Ayu Putu Mariani: Perjalanan yang Tak Pernah Ja...

Dari ruang kelas hingga pematang sawah, I Gusti Ayu Putu Mariani menapaki jalan ...

drh. Ni Ketut Subudhiasri: Kecil-Kecil Cabe Rawit, Meng...

Tubuhnya kecil, geraknya lincah, energinya seolah tak pernah habis. Di tengah Ba...