Refleksi Perhiptani Bali 2025 : Perhiptani Orkestrasi Gerakan Tanam Padi

Semangat dan tawa petani yang menyatu diberbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali. Perhiptani Bali mengorkestrasi Gerakan Tanam Padi Serentak 2025 di Subak Sembung gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian petani di Pulau Dewata.

Dec 29, 2025 - 04:01
 0  35
Refleksi Perhiptani Bali 2025 : Perhiptani Orkestrasi Gerakan Tanam Padi

Refleksi Perhiptani Bali 2025 (2)

Perhiptani Orkestrasi Gerakan Tanam Padi

Seruan “Perhiptani Bali Orkestrasi Gerakan Tanam Padi Terbesar Tahun 2025” menggema di Subak Sembung, Denpasar Utara, menandai dimulainya Gerakan Tanam Padi Serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Bali.

Gerakan ini merupakan bagian dari Program Luas Tambah Tanam (LTT), program unggulan Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada pangan nasional. Melalui program ini, lahan pertanian dioptimalkan agar dapat ditanami lebih dari sekali setahun (meningkatkan Indeks Pertanaman/IP), termasuk pemanfaatan lahan tidur, sawah tadah hujan, dan lahan kering.

Dengan dukungan penyuluh pertanian, alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta sinergi lintas sektor dari TNI hingga Kementerian PUPR gerakan ini menjadi langkah nyata memperkuat produksi pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Sinergi Lintas Sektor, Bukti Nyata Semangat Kolektif

Tepat pada 18 Juli 2025, DPW Perhiptani Bali bersama berbagai pihak melaksanakan kegiatan kolaboratif ini secara serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Lebih dari 450 peserta terlibat, terdiri atas unsur BRMP Bali, dinas lintas sektor, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kelompok petani. Total lahan yang ditanami mencapai lebih dari 425 hektare, tersebar di Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, Gianyar, hingga Kota Denpasar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian Bali akan tetap tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim. Gerakan ini bukan sekadar menanam padi, tetapi juga menanam semangat, menanam kebersamaan, dan menanam harapan bagi masa depan pertanian Bali,” ujar I Ketut Arya Adnyana, S.P., M.Agb., Ketua Harian DPW Perhiptani Bali.

Gotong Royong yang Mengakar di Subak

Di tengah hamparan hijau Subak Sembung, semangat gotong royong terasa begitu nyata. Para penyuluh tak hanya memberi arahan teknis, tetapi turun langsung ke lumpur, menanam bersama para petani. Wajah-wajah berlumur tanah itu justru memancarkan kebanggaan dan makna bahwa di balik setiap rumpun padi yang tumbuh, ada kekuatan kebersamaan yang menjadi napas sejati Perhiptani.

Dari pematang yang becek dan tangan-tangan yang bekerja tanpa ragu, tumbuh keyakinan bahwa masa depan pertanian Bali akan tetap hijau. Di sanalah nilai sejati penyuluh hidup menyatu dengan tanah, bekerja bersama petani, dan menanam harapan bagi pertanian yang berdaulat dan berkelanjutan.

Menanam Masa Depan

Gerakan tanam serentak ini menjadi momentum reflektif bahwa setiap butir padi yang tumbuh adalah hasil kerja kolektif antara pengetahuan, alam, dan pengabdian. Di tangan penyuluh dan petani Bali, ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang ditanam, dirawat, dan dipanen bersama.

“Perhiptani Bali tidak hanya menanam padi, tapi menanam masa depan pertanian yang berkelanjutan dan berbudaya,” ujar salah satu anggota subak sembung menutup kegiatan dengan penuh harap. 

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0