“Semangat Penyuluh Banjarangkan Tak Pernah Padam”

Meski tengah beradaptasi dengan perubahan status kelembagaan sejak awal tahun 2026, semangat para penyuluh pertanian di BPP Banjarangkan tak pernah padam. Mereka tetap turun ke lapangan, aktif mendampingi petani, dan terus menjaga produktivitas pertanian di wilayahnya.

Jan 24, 2026 - 04:16
 0  62
“Semangat Penyuluh Banjarangkan Tak Pernah Padam”

“Semangat Penyuluh Banjarangkan Tak Pernah Padam”

Meski status kelembagaan telah resmi berpindah sejak awal Januari 2026, semangat para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjarangkan tidak surut sedikit pun. Mereka tetap solid menjalankan tugas pendampingan kepada petani binaan dan terus aktif di lapangan, salah satunya dalam kegiatan ubinan padi di Subak Sengkiding, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan pengambilan data ubinan padi Bantuan Pemerintah (Banpem) dilaksanakan pada Kamis (22/1) di Subak Sengkiding, Tempek Taman. Tujuannya, untuk mengetahui perkiraan hasil panen sekaligus mengevaluasi keberhasilan pemanfaatan bantuan benih yang sebelumnya disalurkan kepada petani.

Secara keseluruhan, luas areal Subak Sengkiding mencapai 26,04 hektare. Pengambilan sampel dilakukan di lahan milik I Made Agus Putrawan seluas 23 are (empat petak). Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32, dengan perlakuan pemupukan Urea 46 kilogram dan NPK 46 kilogram.

Dari hasil pengamatan, jumlah anakan mencapai 70 batang dari lima rumpun contoh (rata-rata 14 anakan per rumpun) dengan jumlah rumpun 107. Berat ubinan tercatat 3,425 kilogram. Dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), diperoleh produktivitas sekitar 54,80 kuintal per hektare atau 5,48 ton per hektare.

Angka tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik dan menggambarkan potensi produksi padi di wilayah Subak Sengkiding. Melalui data ubinan ini, petani diharapkan dapat memperkirakan potensi pendapatan sekaligus menyusun strategi peningkatan hasil panen ke depan.

Pemilik lahan, I Made Agus Putrawan, menyampaikan terima kasih atas bantuan benih dari pemerintah yang dinilai sangat membantu menekan biaya produksi. Ia juga mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh PPL Desa Aan, I Nyoman Bagus Gede Triadiputra.

“Kegiatan ubinan ini sangat bermanfaat karena memberi gambaran nyata kepada petani tentang perkiraan hasil panen mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPP Banjarangkan menegaskan, kegiatan ubinan menjadi bagian penting dari pembinaan berkelanjutan bagi kelompok tani. Sinergi antara petani dan penyuluh merupakan kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Klungkung, NBG Suryadarma, TR, S.P., memberikan apresiasi atas komitmen para penyuluh Banjarangkan yang tetap solid mendampingi petani di tengah perubahan status kelembagaan.

“Ubinan di Subak Sengkiding membuktikan bahwa perubahan status tidak mengurangi semangat penyuluh di lapangan. Justru semakin memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju dan mandiri,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Suryadarma berpesan agar semangat kolaboratif ini terus dijaga.

“Perubahan hanyalah bagian dari perjalanan menuju kemajuan. Yang terpenting adalah semangat melayani petani dan komitmen untuk terus belajar serta beradaptasi. Penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian, dan Perhiptani akan selalu hadir untuk memperkuat langkah mereka,” tegasnya.

Koresponden : Mang Asih DPD Perhiptani Klungkung

Editor : Widianta

What's Your Reaction?

Like Like 6
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0