Smart Farming, Nafas Baru Pertanian Bali

Di tengah gempuran modernisasi dan alih fungsi lahan, sektor pertanian Bali tak tinggal diam. Pemerintah Provinsi Bali kini menghadirkan terobosan smart farming langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan pertanian lewat sentuhan teknologi cerdas.

Dec 16, 2025 - 04:25
Dec 16, 2025 - 06:39
 0  56
Smart Farming, Nafas Baru Pertanian Bali

Pertanian Cerdas, Nafas Baru Pertanian Bali

Sektor pertanian di Bali tengah menghadapi tantangan berat. Penyusutan lahan pertanian, berkurangnya tenaga kerja muda di sektor ini, serta menurunnya produktivitas menjadi permasalahan yang harus segera diatasi.

Sebagai langkah inovatif, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerapkan penerapan smart farming atau pertanian cerdas. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha pertanian, menekan biaya operasional, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP, M.Agb.,, bantuan smart farming merupakan bagian dari program strategi pemerintah daerah untuk mendorong regenerasi petani dan percepatan adopsi teknologi pertanian berbasis digital . “Kami ingin mencetak generasi petani muda yang melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.

Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha pertanian, menekan biaya operasional, serta menjaga kelestarian lingkungan. Penerapan smart farming juga diyakini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko kerugian, dan memaksimalkan hasil panen.

“Pertanian tidak bisa lagi bergantung pada cara-cara konvensional. Kita perlu menyiapkan generasi petani muda yang inovatif, produktif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Dadu Fice Siska Ndoen, SST., M.Agb. , menjelaskan bahwa pembangunan rumah kaca merupakan bagian penting dari program pengembangan pertanian berbasis teknologi di Bali . Empat unit rumah kaca berukuran 6 x 12 meter telah dibangun menggunakan baja ringan, masing-masing dilengkapi sistem smart farming terintegrasi. “Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana percontohan bagi petani dalam menerapkan teknologi pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dice Fice Siska Ndoen menuturkan bahwa program ini mencakup empat kabupaten di Bali, yaitu:

  • Kelompok Milenial Palasari Ekasari Melaya, Kabupaten Jembrana;
  • Subak Belanban Petiga Tempek Semingan Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan;
  • Kelompok Mertha Nadi Bali Sulangai Petang, Kabupaten Badung; dan
  • Kelompok Tani Sekar Gunung Agrifarm Bukit, Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, program penyebaran di empat wilayah tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan penerapan pertanian cerdas serta mendorong para petani muda agar aktif berinovasi. “Kami berharap smart farming dapat memperkuat kapasitas petani, meningkatkan produktivitas, dan menjadikan pertanian Bali semakin maju, tangguh, serta berdaya saing tinggi,” tambahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 1
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0