BPP Kuta Utara Sulap Lahan “Tidur”, Tuai 1,2 Ton Cabai
Di tengah kepungan vila dan pariwisata, lahan “tidur” di Subak Seminyak bangkit menjadi ladang cabai produktif. BPP Kuta Utara membuktikan, tekad dan pendampingan mampu mengubah semak belukar menjadi sumber berkah.
BPP Kuta Utara Sulap Lahan “Tidur”, Tuai 1,2 Ton Cabai
Himpitan sektor pariwisata dan menjamurnya bangunan vila di kawasan Seminyak kecamatan Kuta berdampak pada menyusutnya lahan pertanian produktif. Bahkan, sekitar 20 are lahan di Subak Seminyak sempat terbengkalai, ditumbuhi semak belukar dan menjadi lokasi pembuangan puing bangunan.
Melihat kondisi tersebut, BPP Kuta Utara bergerak cepat. Melalui dukungan dana dengan Materi Operasional Penyuluh (MOP) dari Pemerintah Kabupaten Badung, lahan tidur itu “disulap” menjadi kebun cabai dengan sistem irigasi tetes.
MOP sendiri merupakan bantuan biaya kegiatan operasional bagi ASN penyuluh pertanian yang diberikan pemerintah daerah kabupaten Badung untuk mendukung pendampingan kelompok tani binaan. Dana ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pertanian dengan penerapan smart farming kepada petani.
Pendampingan intensif yang dilakukan penyuluh memberikan pengalaman baru bagi petani padi setempat. Mereka didorong untuk memaksimalkan lahan yang tidak memiliki jaringan irigasi teknis dengan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Semangat itu diperkuat oleh Jro Pekaseh Seminyak, I Made Rai Murja, dibawah komando Koordinator BPP Kuta Utara, Ketut Alit Sabda Utama, SP., para penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kuta Utara bahu-membahu mewujudkan keberhasilan pertanian di wilayah perkotaan.
Langkah awal dimulai dengan mendatangkan ekskavator untuk meratakan lahan agar siap tanam. Penanaman cabai dilakukan pada 8 Agustus 2025. Hasilnya mulai terlihat pada November 2025 dengan panen perdana sebanyak 6 kilogram. Produksi terus meningkat hingga Desember 2025 dengan total akumulasi panen mencapai sekitar 1.200 kilogram.
Meski demikian, tantangan tidak bisa dihindari. Curah hujan yang tinggi memicu serangan penyakit busuk buah dan fusarium. Dengan harga cabai di pasaran tergolong tinggi, maka petani dituntut telaten dalam perawatan untuk memaksimalkan hasil produksi.
Transformasi lahan tidur di Subak Seminyak ini menjadi bukti bahwa sinergi penyuluh, pekaseh, dan petani mampu menghadirkan solusi di tengah tekanan alih fungsi lahan. Pertanian perkotaan pun bukan sekadar wacana, melainkan peluang nyata yang menghasilkan berkah.
Koresponden: Alit Sabda Utama DPD Perhiptani Badung
Editor: Widianta
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0