Profile

Agus Ardika, S.P.: “Dua Telepon, Agus Tetap Gas”

Teleponnya berdering hampir bersamaan. Satu kabar tentang tikus yang mengganas d...

Vernaviyanty: Berani Melompat, Mantap Mengabdi

Putu Sri Vernaviyanty bukan tipe perempuan yang menunggu peluang datang. Jebolan...

Made Sarjana: Tak Semua Panen untuk Pasar

Bagi Made Sarjana, panen bukan sekadar soal hasil jual. Petani asal Desa Selat, ...

Kadek Ari Dewi Wahyuni: Di Balik Lembutnya, Tekadnya Baja

Di balik kelembutannya, tersimpan tekad baja. Dari gadis desa pemburu beasiswa h...

Putu Karyati Jadi Mesin Baru Penggerak BPP Marga

Berbekal jam terbang panjang di dunia pendampingan, Putu Karyati tak sekadar had...

Eco Grow, Bukti Anak Muda Palasari Bisa Jadi Petani Modern

Saat pandemi memaksa mereka pulang dan dirumahkan, para pemuda Dusun Palasari ti...

Yudistira: “Dulu Satpam dan Sopir, Kini Penyuluh di Gar...

Dari pos jaga dan kursi kemudi, I Dewa Made Yudistira menapaki jalan sunyi hidup...

Indrayani, Pilar bagi Petani dan Keluarga

Dari dapur sederhana hingga hamparan sawah subak, Luh Putu Indrayani menjalani d...

Nengah Jenek - (Habis): “Petani Lahan Kering, Juara Nas...

Prestasi nasional itu tak datang dari panggung besar, melainkan dari kebun sunyi...

Nengah Jenek (1): Bertahan di Lahan Kering, Menjadi Pen...

Di lahan kering yang kerap mematahkan harapan, Nengah Jenek justru bertahan. Ket...

Alit Sabda Utama: “Dari Jukir Kini Garda Terdepan Penyu...

Peluit parkir itu pernah menjadi sumber nafkahnya. Hari ini, Ketut Alit Sabda Ut...

I Made Suryadi: Jalan Sunyi Sang “Diplomat” Petani

Tak banyak yang tahu, jalan pengabdian I Made Suryadi, SP, ditempa dari peluh pe...

Nyoman Sukardana: Sosok Inspiratif dari Buleleng

Langkah Nyoman Sukardana, menapaki jalan panjang pengabdian. Pernah jadi konsult...

“Laksmi, Sang Penakluk Jarak Demi Hidupnya Pertanian La...

Setiap pagi, perempuan itu menaklukkan jarak, panas, dan waktu. Dari Buleleng ke...

Bali Tak Salah Pilih: Dia, Pemimpin yang Mengayomi dan ...

Kepemimpinan yang tenang, langkah yang pasti. I Ketut Arya Sudiadnyana membuktik...

Ristiani: “Dari Aktivis Kampus hingga Menakhodai Penyul...

Tak ada yang instan dalam perjalanan hidupnya. Dari masa kuliah yang penuh seman...